Pompa ASI yang beredar di pasaran saat ini begitu beragam; dari yang manual hingga elektrik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan pompa ASI manual—karena perangkat yang digunakan sederhana— adalah praktis. Alat ini tidak perlu baterai atau listrik sehingga dapat dibawa ke mana pun ibu pergi, dan umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan yang elektrik. Kekurangannya lebih pada “tenaga” untuk memerahnya yang tidak konstan. Ketika tangan sudah mulai lelah maka tekanan pada pompa pun berkurang dan akan berdampak pada ASI yang dikeluarkan.

Sementara pompa ASI elektrik, keuntungannya adalah tenaga listrik atau baterai memungkinkan pemerahan dilakukan dengan konstan sehingga dapat lebih memaksimalkan pengosongan ASI dari payudara dan membuat produksi ASI tetap maksimal. Jika menggunakan baterai keuntungannya praktis dibawa ke mana saja dibanding menggunakan listrik. Kekurangannya, cepat aus dan baterai harus selalu diganti.

PILIH YANG AMAN

Perihal bentuk pompa ASI, umumnya sama, yakni terdiri atas corong untuk bagian payudara, alat memompa serta botol penampungan ASI. Ada juga pompa elektrik yang memiliki 2 corong untuk payudara kanan dan payudara kiri. Dengan begitu kedua dapat sekaligus dipompa secara bersamaan sehingga lebih praktis dan menghemat waktu.

Bahan atau material yang digunakan adalah sejenis plastik yang tahan panas. Pemakaian bahan plastik ini juga memudahkan untuk perawatan karena mudah dicuci. Umumnya jenis plastik yang digunakan, yaitu jenis PV (polyvinyl) atau plastik HDPE (High Density Polyethylene). Sebagai informasi, plastik HDPE memiliki kualitas lebih baik di banding plastik PV. Akibatnya pompa yang menggunakan bahan HDPE di pasaran juga lebih mahal. Harga pompa elektrik umumnya juga lebih mahal dibandingkan yang manual.

SESUAIKAH KEBUTUHAN

Untuk mempermudah Anda mendapatkan pompa ASI yang sesuai dengan kebutuhan, cobalah cermati daftar pertanyaan di bawah ini.

* Bagaimana memilih pompa ASI? Pertimbangkan pula ukuran pompa. Bila sering bepergian, pilihlah pompa berukuran kecil dan memiliki wadah yang praktis untuk dibawa-bawa. Sediakan kantong penyimpanan ASI sekaligus di dalamnya. Bila perlu sediakan pula kompres khusus untuk payudara (breast feeding bliss) yang berfungsi untuk relaksasi agar payudara tidak terlalu sakit ketika dipompa setelah beberapa lama tidak diisap oleh bayi. Pilihlah alat pompa yang dapat dicuci semua bagiannya, kecuali tempat baterai/mesinnya. Hindari pompa yang hanya terdiri atas balon (pemompa) dan corong karena bagian balon tidak dapat dicuci.

* Apakah waktu yang Anda miliki terbatas ketika memompa? Umumnya satu kali sesi memompa membutuhkan waktu kurang lebih 20–30 menit per payudara. Bila waktu Anda terbatas, karena aktivitas kantor yang padat, pilihlah pompa elektrik. Bila perlu, pilihlah yang memiliki 2 corong sekaligus agar lebih praktis.

* Sebaiknya membeli atau menyewa? Jika untuk kebutuhan sendiri maka sebaiknya membeli karena pasti akan digunakan untuk jangka waktu lama. Biasanya yang disewakan adalah alat pompa listrik yang bisa memompa kedua payudara sekaligus. Harganya memang mahal (lebih dari Rp5 juta). Umumnya tersedia di rumah sakit yang sekaligus bertanggung jawab atas kebersihannya.

* Apakah mudah dibongkar pasang? Pilihlah pompa ASI yang mudah dibongkar pasang. Ini berkaitan dengan keharusan sterilisasi setiap bagian pompa setelah selesai digunakan. Bila terlalu sulit membongkar, bisa-bisa Anda jengkel dan malah malas membersihkannya. Kebersihan alat pompa harus dijaga untuk menghindarkan pencemaran oleh kuman.

* Pilih pompa ASI yang praktis kemasannya. Bila Anda sering bepergian, pilihlah yang memiliki kemasan praktis. Umumnya semua perlengkapan pompa dapat dimasukkan dalam satu wadah khusus yang praktis dibawa dan dapat dimasukkan ke dalam tas. Pilihlah yang ringan agar tak memberatkan ketika dibawa-bawa.

* Apakah suara yang dikeluarkan pompa ASI terlalu bising? Pompa ASI yang terlalu bising bisa memengaruhi konsentrasi ketika sedang memerah dan pada akhirnya memengaruhi jumlah perahan ASI. Jadi, pilihlah pompa yang tidak mengeluarkan suara atau pastikan suara yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu.

* Apakah kekuatan menyedotnya dapat disesuaikan kebutuhan? Pilihlah pompa yang memiliki pengaturan kekuatan menyedot sehingga dapat disetel sesuai dengan keinginan dan kenyamanan Anda. Bahkan beberapa pompa ASI manual memiliki setelan kekuatan memompa.

* Apakah corong pompa ASI memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran payudara? Maka itu cek terlebih dahulu, apakah pabrik produk tersebut menyediakan ukuran khusus sesuai ukuran payudara Anda.

* Apakah memiliki baterai cadangan? Beberapa pompa ASI dilengkapi sistem pengoperasian ganda. Maksudnya, dapat digunakan secara manual sekaligus elektrik. Bahkan beberapa pompa dilengkapi pula dengan baterai cadangan sehingga bila sewaktu-waktu listriknya mati atau ingin memompa di tempat yang tidak ada listrik, pompa ASI tetap dapat digunakan.

T I P

Semakin banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Jadi, jangan pernah merasa ASI yang Anda miliki tidak mampu mencukupi kebutuhan sang buah hati. Untuk itu, bagi ibu yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah, jangan malas memompa ASI. Semakin rutin dipompa maka produktivitas ASI pun akan semakin banyak. Berikut beberapa tip menjaga produktivitas ASI.

1. Relaks

Stres mampu memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi ASI. Pilihlah tempat yang nyaman dan tenang. Sebelum memompa, gunakan breast feeding bliss (kompres payudara) untuk relaksasi. Kompres payudara bisa digantikan dengan waslap/ lap yang telah dicelupkan pada air hangat. Sambil memompa, cobalah pandangi foto sang buah hati sambil mendengarkan musik yang menenangkan. Adanya kelekatan antara ibu dan anak akan memperbanyak ASI yang diproduksi.

2. Pompalah sesering mungkin.

Pilihlah pompa ASI yang berkualitas baik sehingga dapat membantu untuk mengeluarkan ASI secara maksimal. Cobalah untuk memompa setiap 3 jam sekali dan pompalah sedikitnya selama 20 menit.

3. Jangan lupa cuci tangan.

Cucilah tangan sebelum mulai memerah. Perhatikan kebersihan peralatan yang digunakan, karena dikhawatirkan dapat membuat susu yang diperas tercemar.

4. Banyak minum cairan bergizi.

Minum air putih, susu, atau jus buah dapat membantu tubuh memiliki cairan yang memadai. Ini dapat memengaruhi produksi ASI. Hindari mengonsumsi soda, alkohol, kopi, jamu atau minuman yang mengandung kafein, karena dapat memengaruhi kualitas ASI. Jangan merokok karena akan memengaruhi produktivitas ASI.

5. Perhatikan alat kontrasepsi yang digunakan.

Konsultasikan ke dokter, dan pilihlah alat kontrasepsi yang aman dan tidak memengaruhi produktivitas ASI.

6. Jaga kondisi tubuh.

Cukup mengonsumsi sayuran dan buah berserat. Lakukan olahraga secara rutin, istirahatlah ketika bayi sedang tidur. Jangan sungkan minta pertolongan orang lain, bila memang membutuhkan.

PENYIMPANAN ASI PERAH

* Simpanlah ASI perahan dalam wadah penyimpan khusus ASI atau gunakan botol steril, atau plastik higienis, lalu tutup rapat-rapat.

* Cantumkan jam dan tanggal ASI ketika diperah pada label, rekatkan ke wadah ASI.

* ASI dapat bertahan dalam suhu ruangan selama 4-6jam.

* ASI yang disimpan dalam termos es dapat bertahan selama 24 jam.

* ASI yang disimpan di lemari es dapat bertahan 2×24 jam. Sebaiknya pisahkan ASI dengan bahan makanan lain yang tersimpan di lemari es.

* Bila disimpan dalam freezer, ASI bisa tahan sampai 3 bulan. Letakkan di bagian dalam freezer, bukan di dekat pintu karena bagian ini paling berpeluang mengalami perubahan dan variasi suhu udara. ASI beku tetap lebih baik daripada susu formula

* Sehari sebelum diminumkan, turunkan ASI yang disimpan di freezer ke kulkas pendingin agar mencair.

* Sebelum diberikan kepada bayi hangatkan ASI lebih dulu dengan meletakkan botol berisi ASI ke dalam mangkuk yang telah diisi air hangat suhu kamar (26-27°C). ASI tidak boleh dipanaskan dalam air mendidih, di atas api atau dalam oven microwave karena dapat merusak zat kekebalannya, dan dapat merusak komposisi serta kandungan gizinya.

* Suapkan ASI suam-suam kuku dengan menggunakan cangkir bermoncong/bersendok agar bayi tidak mengalami bingung puting. Untuk menghindari kasus tersedak, berikan sedikit-sedikit.

CARA MEMERAH ASI MANUAL

Panduan praktis memerah ASI dengan tangan

* Kompres payudara dengan handuk hangat.

* Cuci tangan.

* Letakkan wadah penyimpan ASI di dekat payudara.

* Perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola.

* Kemudian letakkan ibu jari dan telunjuk di perbatasan areola, di posisi jam 6 dan 12, kemudian lakukan penekanan ke arah dada ibu tegak lurus dan pijat ke arah luar tanpa merubah posisi jari. Ulangi gerakan seperti ini sampai selesai, kemudian ganti posisi jam 9 dan jam 3. Lakukan hal ini berulang pada setiap sudut.

* Pengeluaran ASI yang memadai berlangsung selama 20-30 menit.

sumber : Nakita